just blog it……

……….like no others

artikel seputar penggunaan dasi (2)

SUBHAT PARA PEMAKAI PAKAIAN ORANG KAFIR

Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuuri ditanya.

Soal:
“Sebagian orang yang memakai pantaloon, berdalil dengan satu kaidah, “Hukum asal segala sesuatu adalah halal”. Sejauh mana kebenaran pendalilan seperti ini?”

Jawab:
“Ini adalah ucapan orang dungu. Ucapan mereka, “Hukum asal segala sesuatu adalah mubah”, adalah ungkapan yang keliru. Kaidah yang ada, yang disebutkan oleh Ahli Ushul adalah, “Hukum asal dalam masalah makanan dan minuman adalah mubah, dan hokum asal dalam masalah farj (kemaluan) adalah haram”.
Kemudian kita katakana, “Apakah kaidah tersebut yang menghukumi dalil, atau dalil yang justru menghukumi benar tidaknya suatu kaidah?” Sudah jelas, tidak satu kaidahpun, kecuali membutuhkan dalil untuk menguatkannya. Bukannya kaidah tersebut yang dijadikan dalil. Kamu berdalil dulu untuk menguatkan kaidah tersebut, baru kemudian kamu sebutkan kaidah.
Pakaian pantaloon adalah pakaian yang tasyabuh dengan pakaian orang kafir. Apakah Nabi shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam pernah memakai pantaloon? Apakah para Imam seperti Ibnul Mubarak, Sufyan Ats Tsauri, Ibnu Uyainah, Hamad bin Salamah, Hamad bin Zaid, dan Al Auzai pernah memakainya? Naudzubillah.
Bahkan kalau masalah ini ada di zaman mereka, niscaya akan menjadi perkara yang sangat mereka benci karena mereka adalah orang-orang yang keras memperingatkan umat tentang haramnya tasyabuh dengan orang-orang kafir.
Allah berfirman (artinya):
“Tidakkah tahu tentang orang-orang yang mengaku beriman kepada apa yang diturunkan kepada mereka dan kepada orang-orang sebelum mereka. Mereka ingin berhukum kepada thogut padahal mereka diperintah untuk mengingkarinya.”
(Yakni diperintah untuk mengingkari) dengan ucapan, perbuatan dan lainnya.
Allah berfirman (artinya):
“Janganlah kalian menjadikan orang-orang yang tidak beriman sebagai wali”
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam berkata, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka”
Ada satu ucapan yang bagus dari Syaikhul Islam dalam kitab Iqtidho’ Shirotol Mustaqim, “Bahwa seorang yang memakai orang kafir dan menyatakan pakaian oang kafir lebih baik dari pakaian muslimin, orang ini telah kafir.” Yakni, karena dia telah mengutamakan dan mengunggulkan pakaian orang kafir daripada pakaian muslimin.
Ini adalah makna dari ucapan beliau dalam kitabnya tersebut atau semakna dengan ini. Intinya, fatwa yang membolehkan pakaian pantaloon dan sejenisnya adalah fatwa yang batil bertentangan dengan banyak dalil. Dalil-dalil yang ada memerintahkan untuk berpakaian dengan pakaian muslimin. Pakaian yang afdhol adalah pakaian yang berwarna putih, kain dengan gamis, atau pakaian muslim lainnya. Adapun pantaloon dan dasi, hukum memakainya adalah haram. Baarakallahu fiikum.

(sumber : http://my.opera.com/infodammaj/blog/2007/11/28/subhat-para-pemakai-pakaian-orang-kafir)

August 8, 2008 - Posted by | Dasi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: