just blog it……

……….like no others

Truman Capote : In Cold Blood

Beberapa minggu terakhir, media kita di-okupasi oleh berita tentang seorang gay yang melakukan pembunuhan berantai dengan motif yang masih samar-samar. Setiap media berusaha mengupas lebih dalam tentang kehidupan ryan dan motivasi yang dia miliki dalam membunuh. Kecenderungan yang saya amati, maaf ini opini pribadi, orang berusaha mencari keterkaitan antara latar belakang kehidupan si ryan di masa lalu, yang bisa mempengaruhi, kalau bisa, memaafkan tindakan pembunuhan yang dia lakukan. Sampai saat ini orang tidak percaya bahwa ada beberapa orang yang “they just a bad guy”, doing crime just for fun. Saya jadi teringat salah satu buku yang saya beli pada saat pelatihan di Malang, karya Truman capote, berjudul In cold Blood. Buku ini juga telah sering diangkat ke layar lebar, 2 yang terakhir adalah “capote(Philip Seymour Hoffman)” dan “infamous”. Saya telah melihat judul yang pertama dan berusaha mencari pengembangan tafsir atas buku tersebut, dan ingin membandingkannya dengan tafsir yang dilakukan oleh pada film “infamous(toby jones)” yang lebih banyak diperkuat oleh aktris-aktris bening seperti sandra Bullock,Gwyneth Paltrow dan Sigourney Weaver . Berikut ini sedikit kupasan tentang buku ini. Awal cerita dibuka dengan pembantaian keluarga Herbert Clutter, seorang petani kaya di Holcomb, Kansas. Bapak, ibu dan 2 orang anak dibantai dengan keji. Capote memutuskan untuk pergi ke kansas dan menulis cerita tentang kejadian ini.Bersama dengan teman kecil dan teman sesama penulisnya Harper Lee( To Kill a Mocking Bird) mereka melakukan wawancara dengan penduduk lokal dan melakukan investigasi dengan polisi dan biro penyelidik setempat. Para pembunuhnya: Richard “Dick” Hickock dan Perry Smith ditangkap tidak lama sesudah pembunuhan terjadi. Capote menghabiskan sekitar 6 tahun untuk mengerjakan buku ini.

Buku ini menjalin cerita psikologi yang kompleks antara 2 pesakitan tersebut yang bersama-sama mengaku melakukan pembunuhan masal, dan selalu berdalih tidak bisa melakukannya sendirian. Buku ini juga menceritakan tentang detail dari kehidupan pelaku pembunuhan ini dengan mengunjungi dan mewawancarai keluarga dan tempat-tempat yang pernah ditinggali oleh pelaku pembunuhan ini. Sebagian besar cerita melibatkan hubungan psikologi antara 2 pesakitan yang melakukan pembunuhan tanpa perasaan itu.

Berikut ini ringkasan ceritanya : Herbert Clutter adalah seorang Methodist dan seseorang yang sangat sukses dalam hal bertani. Dia mengelola sekitar 18 pertanian dan terkenal karena kecakapannya menghasilkan uang dan pembayaran upah yang sangat adil.Keluarga ini terdiri dari 2 bapak ibu dan 4 orang anak.2 yang tertua, Eveanna dan Beverly telah pindah dari rumah orang tua mereka dan memulai kehidupan dewasa mereka. 2 anak yang lebih muda Nancy(16 tahun) dan Kenyon (15 tahun) adalah pelajar sekolah menengah atas yang tinggal di rumah. Istri dari Cluuter, Bonnie adalah anggota Klub bunga kota tersebut, menderita depresi setelah kelahiran dari anak-anak mereka.

Dua narapidana yang bebas bersyarat dari Penjara Kansas State, Richard “Dick” Hickock dan Perry Edward Smith, melakukan perampokan dan pembunuhan pada tanggal 15 November 1959. Richard Hickock telah mendengar dari teman satu selnya, Floyd Wells, yang pernah bekerja pada Clutter, dimana ada brankas di rumah Clutter dimana disimpan banyak uang.Hickock kemudian mengontak Perry Smith dan mengajak untuk melakukan perampokan. Hickock menyusun rencana untuk merampok , tanpa meninggalkan seorang saksipun dan mencoba untuk hidup baru di Mexico dengan uang yang dirampok dari keluarga Clutter. Informasi ini ternyata salah, karena Clutter tidak menyimpan uang di brankas dan menjalankan bisnisnya dengan cek untuk mempermudah pelacakan transaksi bisnis.

Setelah berkendara melintasi Kansas pada hari Sabtu, 14 November 1959 dan menemukan tidak ada uang yang ditemukan di rumah Clutter, Smith memotong tenggorokan Clutter dan menembak kepalanya. Sebagaimana dijelaskan Smith Kemudian : Aku tidak berniat menyakiti laki-laki itu. Aku pikir dia adalah orang yang sangat baik. Aku berpikir begitu sampai aku menggorok tenggorokannya. Kenyon, Nancy dan kemudian Bonnie akhirnya juga dibunuh, masing-masing dengan sebuah tembakan shotgun di kepala. Smith mengakui pada pengakuan lisannya bahwa Hickock membunuh dua orang wanita. Ketika diminta menandatangani pengakuannya Smith menolak. Dia ingin bertanggung jawab pada keempat pembunuhan yang dilakukan mereka berdua karena merasa menyesal kepada ibu Hickock, Smith menambahkan dia adalah wanita yang sangat baik. Hickock selalu menegaskan bahwa Smith yang melakukan empat pembunuhan itu. Hickock dan Smith ditahan di Las Vegas sekitar 6 minggu setelah pembunuhan. Mereka mengaku mengalami temporary insanity selama persidangan, tapi General Practioner setempat mengevaluasi dan menyatakan mereka waras. Setelah 5 tahun berada pada death row, Smith dan Hickock akhirnya dieksekusi dengan cara digantung, lewat tengah malam pada tanggal 14 April 1965 di Lansing, Kansas. Tiang Gantungan yang dipakai untuk mengeksekusi keduanya sekarang menjadi bagian dari koleksi Kansas State Historical Society.

Capote sendiri adalah seorang penulis yang secara eksplisit menunjukkan bahwa dia adalah seorang Gay. Perry Smith juga seorang Gay yang sangat sensitif. Dalam buku ini juga digambarkan bagaimana hubungan perasaan antara Smith dan Capote. Sampai akhir buku ini tidak dijelaskan siapa yang membunuh Keluarga Clutter sebenarnya, apakah Smith atau Hickock.

August 11, 2008 - Posted by | Buku

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: